Kode Etik Penerjemah Bahasa Mandarin

Pernahkah mereka berpikir untuk mengadakan Kode Etik diantara pada penerjemah resmi, khususnya saat terjadi peningkatan kebutuhan yang cepat untuk menerjemahkan bahasa China atau Mandarin.

Sayang sekali, kami hanya memiliki jumlah terbatas dari Penerjemah Resmi Tersumpah. Akhir-akhir ini, kami sering, harus menunggu beberapa minggu bahkan lebih, untuk menerjemahkan. Pernah satu kali saya mengirim email ke salah satu Penerjemah Tersumpah untuk Mandarin agar mempertimbangkan kebutuhan dari Terjemahan Resmi Mandarin, namun beliau sepertinya hanya mengurus urusan bisnis pribadinya nya sendiri, dan mengabaikan saran bersahabat saya, agar beliau mengangkat staff melakukan terjemahan, dimana beliau bisa memeriksa sebelum membubuhkan tanda tangan dan Stempel Penerjemah Tersumpah, bahkan menolak usulan kami untuk mengajukan beberapa mahasiswa Universitas Indonesia,.

Siapakah mereka ini, para Penerjemah Resmi Tersumpah, mereka adalah orang-orang yang lulus ujian yang diadakan suatu Badan atau Lembaga Bahasa Internasional (LBI) dari Universitas Indonesia. Ujian yang diadakan satu tahun sekali dan hanya satu arah (yaitu Indonesia ke Mandarin atau Mandarin ke Indonesia) masing-masing senilai Rp, 1.5 juta. Kemudian bersama dengan penerjemah tersebut yang telah dinyatakan berhasil lulus di ujian itu, mengajukan kepada Gubernur untuk menerbitkan SK Pengangkatan Penerjemah Resmi Tersumpah. berdasarkan sumber yang dipercaya , Gubernur tidak menerbitkan SK untuk para Penerjemah resmi Tersumpah lamanya 2 tahun terakhir.

Dan lebih buruk lagi, satu hari saya menelpon TETO, menanyakan apakah saya boleh mengirimkan sejumlah besar dokumen untuk diterjemahkan di Taiwan (dimana saya harus menerjemahkan dari bahasa asal Indonesia ke Mandarin, karena bahasa aslinya adalah Indonesia), kemudian mengembalikan terjemahan ke Indonesia untuk diberi tanda tangan dan Stempel Penerjemah Tersumpah untuk Mandarin. Namun tentu saja dalam Keterangan nya harus dirubah dari telah diterjemahkan oleh ke terjemahan telah diperiksa oleh sebagaimana diminta oleh Penerjemah Tersumpah Terdaftar di Indonesia.

Kali ini TETO (Organisasi Ekonomi dan Perdagangan Taiwan) menolak cara ini, tanpa mempertimbangkan jumlah terbatas Penerjemah Tersumpah dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan dari terjemahan.

Apakah salah satu atau secara bersama-sama Universitas Indonesia, Gubernur Jakarta atau Perwakilan Negara yang berbahasa China, mempertimbangkan untuk membuat mengatur seperti Kode Etik untuk Penerjemah Tersumpah untuk Mandarin paling tidak untuk mengatur dan mengakomodir meningkatnya pekerjaan terjemahan oleh Penerjemah Tersumpah.

Kuliah Perhotelan? Ini Beasiswanya!

Pelajar kelas XII harus menyertakan transkrip nilai (fotokopi rapor) kelas X, XI dan semester pertama kelas XII. Nilai rapor harus di atas rata-rata sekolah. Rapor dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah resmi;

Leave a Reply